A. MUKADDIMAH
Ketidaktersediaan lembaga khusus yang menangani masalah kaligrafi Islam, termasuk salah satu alasan kenapa seni Islam yang satu ini kurang diminati. Ditambah lagi dengan minusnya kegiatan-kegiatan eksebisi kaligrafi seperti pameran, lomba dan sayembara pada berbagai kesempatan. Kalaupun ada, frekwensinya sangat jarang.
Keinginan untuk memobilisasi pengembangan kaligrafi Islam di Indonesia, menemui momentumnya dengan terbentuknya dua buah lembaga yang menyandang kaligrafi sebagai misi utamanya, yakni, Lembaga Kaligrafi a-Quran Lemka di IAIN Jakarta tahiun 5 dan Lembaga Kebudayaan Islam (LKI) di fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang tahun 6. keberadaan dua lembaga ini, walaupun secara langsung tidak memiliki hubungan koordinasi, namun memiliki tujuan sama, yakni mengembangkan kaligrafi Islam di persada tanah air dengan segala aspek pendukungnya.
Berdasarkan kenyataan tersebut-khusus di Sumatera Barat-berawal dari pembentukan Lembaga Kebudayaan Islam (LKI) yang dibidani oleh beberapa orang dosen Fakultas Adab (waktu itu: Drs. Nukman-Dekan Fakultas Adab, Dra. Fathimah Yulinas, Drs Syamsir Roust, Drs. Tusydi Ramli dan Drs. Irhash A. Shamad) dimulailah langkah-langkah konkrit de arah itu. LKI sebagai lembaga kebudyaan Islam menaungi beberapa bidang kegiatan, yakni seni kaligtafi Islam, teater Islam, musik Islami, seni ukir, seni sastera, dan lain-lain. Di antaara bidang-bidang kegiatan lembaga ini, hanya keligrafi Islam yang paling banyak dimintai oleh mahasiswa. Melihat kecendrungan ini, LKI memberikan kebebasan berkarya kepada bidang kegiatan kaligrafi unmtuk membentuk sanggar khusus kaligrafi, agar pengelolaan dan penyaluran bakat generasi muda dapat berjalan secara terencana dan lancar.
Atas prakarsa Drs. Irhash A. Shamad, M.Hum, (ketika itu ketua LKI), tanggal 6 Agustus , dilakukanlah musyawarah dengan beberapa orang mahasiswa Fak. Adab yang “concern” degnan kaligrafi. Mereka yang hadir saat itu adalah Alirman Kampai, Suharmen, Syamsurizal, Amiruddi, Muhapril Musri, Yelia Erawati, Azizah Fitrah, Danil M. Ch. Musyawarah tersebut menghasilkan sebuah keputusan penting dan bersejarah, yakni kesepakatan untuk mendirikan sebuah lembaga pembinaan dan pengembangan seni kaligrafi Islam di Sumatera Barat, yang diberi nama “Sanggar Kaligrafi Islam-Al-Aqlam”.
Pemakaian nama Al-Aqlam (berarti: beberapa buah pena), mengacu kepada latar belakang historis perkembangan klasik kaligrafi Islam itu sendiri, di mana enam macam khat yang disebut al-aqlam al-sittah, menjadi tonggak sejarah awal perkembangan kaligrafi Moderen. Keenam jenis tulisan itu adalah sulus, naskhi, muhaqqaq, rayhani, riqa’, dan tawqi’. Dengan demikian pe-nisbah-an nama sanggar kepada nama tersebut diharapkan dapat membangkitkan ‘spirit’ keislaman yang mesti ada dalam setiap pribadi muslim, bahwa kaligrafi Islam adalah bahagian dari upaya untuk melanggengkan kalamullah di bumi ini., sekaligus mengakrabkan masyarakat dengan nuansa kaligrafi Islam sebagai sebuah hasil tradisi jenius kebudayaan Islam.
B. STATUS LEMBAGA
Sanggar Kaligrafi Islam al-Aqlam adalah pusat pembinaan dan pengembangan Kaligrafi Islam di Sumatera Barat di bawah binaan Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang.
C. JENIS PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
1. Kursus Kaligrafi Islam Paket A (basic) bulan
Dilaksanakan 3x seminggu, setiap hari Selasa, Kamis dan Jumat jam 16.00-17 WIB, selama 4 bualan dengan materi kaidah-kaidah dasar kaligrafi Islam (khat naskhi, sulus, diwany/diwani jaly, farisi, kufi dan riq’ah) dan pengolahan warna.
2. Kursus Kaligrafi Islam Paket B (Intermediate) 4 bulan.
Dilaksanakan 2x seminggu yakni setiap hari Rabu dan Jumat jam 16.00-17.30 selama 4 bulan. Peserta terbuka untuk umum, diutamakan yang sudah menguasai kaidah dasar kaligrafi Islam. Materi pelajaran adalah pendalaman kaidah khat, pendalam kaligrafi gaya MTQ (cabang naskah, hiasan mushaf, dan dekorasi), lukis dengan munggunakan aneka media.
3. Pelatihan Kaligrafi Khusus (paket 1 tahun)
· Dibuka untuk peserta yang ingin mendalami kaligrafi dengan lingkup materi yang lebih luas dan membuka kesempatan bagi peserta yang berasal dari luar kota Padang.
· Mesa belajar selama 1 tahun, dilaksanakan 2x seminggu, yakni hari Sabtu (16.00-17.30) dan Minggu (08.00-10.30).
· Materi pelajaran adalah Kaidah Dasar Kaligrafi Islami, Pendalaman Kaligrafi gaya MTQ, Lukis, Studi Kaligrafi gaya kontemporer (tradisional, digural, simbolik, ekspresionis dan abstrak, partisipasi lomba kaligrafi pada pelbagai event, dan Pameran hasil karya peserta pelatihan (tugas akhir).
D. ADMINISTRASI
1. Pendaftaran.
· Peserta terbuka untuk umum dan mengisi formulir
· Menyerahkan pas foto 2 x 3.
· Menandatangani surat kesanggupan mengikuti disiplin pelatihan
2. Waktu pendaftaran
Waktu pendaftaran untuk semua kegiatan tersebut di atas (Kursus kaligrafi Paket A, paket B, dan diklat 1 tahun dibagi dalam dua tahap:
Tahap 1 tanggal: 1-31 Juli 2007 dan tahap II tanggal: 1-31 Agustus 2007
3. Tempat pendaftaran
Studio al-Aqlam Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang Jl. Prof. Mahmud Yunus Lubuk Lintah, Padang.
(konfirmasi melalui telephone: 0751-499853 atau 30071).
4. Biaya pendidikan
· Uang pendaftaran (semua paket) Rp. 25.000
· Uang kursus paket A untuk 4 bulan Rp. 200.000
· Uang kursus paket B Rp. 200.000
· Uang diklat 1 tahun (perbulan) Rp. 50.000
5. Fasilitas peserta
· Peralatan kaligrafi (pena khat, tinta, buku teks, map)
· Sertifikat pelatihan
E. STAF PENGAJAR
· Drs. Irhash A. Shamad, M.Hum (master kaligrafi ASEAN)
· Drs. H. AM. Y. Dt. Garang, M.Pd (pelukis kaligrafi)
· Drs. Muhafril Musri, M.Ag (master kaligrafi ASEAN)
· Drs. Bustanul Syukri (master kaligrafi Nasional)
· Yusri Amir, M.Ag (master kaligrafi Nasional)
· Hafid Alhadi, S.Ag (master kaligrafi Nasional)
· Ade Setiawan, SS (master kaligrafi Nasional)
· Dedi Dores, A.Ma (master kaligrafi Nasional)
· Siti Aisyah, M.Ag (master kaligrafi Sumbar)
· Ardi Satrial, S.PdI (master kaligrafi Sumbar)
· Zulafrita, A.Ma (master kaligrafi Sumbar)
· Eri Yuhadil, S.Sos (ass kaligrafer)
· Syahri Ramadhona (ass kaligrafer)
F. LAIN-LAIN
1. Pembukaan diklat dan kursus dilakukan serentak dan akan diatur kemudian oleh sebuah kepanitiaan yang diangkat sanggar kligrafi al-Aqlam.
2. Sanggar al-Aqlam akan berupaya maksimal mengarahkan para peserta diklat/kursus menjadi seorang Khattat, pelukis kaligrafi dan guru khat yang mahir dan berwawasan seni Islam luas, berani tampil berkompetisi pada event-even lomba (tingkat kabupaten.kota, propinsi, nasional, ASEAN dan Internasional) serta mampu menciptakan lapangan kerja dari usaha kaligrafi.
3. Selain program diklat dan kursus kaligrafi tersebut di atas, al-Aqlam juga menawarkan kerjasama pelatiahn kaligrafi dengan LPTQ kabupaten/kota dan LPTQ prop. Sumatera Barat dan mempersiapkan kafilah MTQ.
4. Membuat desai kaligrafi interion masjid, baliho kaligrafi, dan lain-lain.
5. Menjalin kerjasama penyelanggaraan lomba dan pameran kaligrafi dengan berbagai pihak/lembaga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar